MT Al Asyjaar Fahutan IPB

Wahana Rimbawan Muslim Bertaqwa dan berkarya

Arsip untuk Mei 8th, 2008

“Toleransi” Gaya Eropa: Larang Jilbab, larang Quran dan sekarang larang mesjid-mesjid baru!

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 8 Mei 2008

images2.jpgAlison Ruoff, seorang anggota Synoda Umum Gereja Inggris, menyerukan larangan bagi pembangunan mesjid-mesjid baru di Inggris. Dalam sebuah interview dengan Radio Kristen milik Perdana Menteri, Ruoff, seorang mantan hakim, mengatakan: “Tidak ada lagi mesjid-mesjid baru di Inggris. Sudah cukup banyak mesjid untuk kaum muslim di negara ini. Mereka tidak membutuhkan lagi.”

“Anda harus membangun sebuah mesjid dan kemudian apa yang terjadi? Anda akan dapatkan orang Islam datang ke tempat itu, semua toko-toko kemudian berubah menjadi Islami, semua perumahan kemudian menjadi Islami, dan seperti yang dikatakan oleh Uskup Rochester, bahwa tidak ada wilayah bagi orang lain untuk pergi. Mereka akan membawa Hukum Islam. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi”

Masyarakat di Eropa selalu menuduh kaum muslim melakukan intoleransi, tapi mereka senang bila mengutarakan kebencian secara terbuka terhadap orang muslim, kepercayaan kita, cara hidup kita dan bahkan sekarang terhadap mesjid! Hal ini terjadi menyusul disiarkannya film oleh seorang politisi Belanda, Geert Wilders yang menyerukan pelarangan Quran, juga serangan fanatik atas Hukum Islam menyusul komentar Dr. Rowan Williams dan Pelarangan jilbab di Perancis. Masyarakat sekuler membuktikan bahwa diri mereka tidak dapat ditandingi dalam hal ekstrimisme dan kemampuan mereka mendakwahkan kebencian terhadap Islam. Alih-alih memiliki ide untuk memikirkan bagaimana masyarakat dengan agama dan ras berbeda dapat hidup berdampingam, mereka tampaknya malah ingin menghilangkan ekspresi apapun atas Islam di Inggris, dan tidak puas dengan hanya melarang Islam sebagai suatu cara hidup di Dunia Islam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »

Metode Pendidikan Rosulullah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 8 Mei 2008

Oleh : Arif Firmansyahscholars.jpg

Era globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi tak jarang memiliki pengaruh dan dampak yang negatif pula jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi. Globalisasi memang menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya, pemikiran maupun materi.Bidang pendidikan pun juga tidak luput dari efek yang ditimbulkan dari globalisasi. Isu yang digulirkan untuk pendidikan adalah kompetensi bagi setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan maupun keunggulan kompetitif yang harus dimiliki oleh institusi pendidikan. Jika dilihat sekilas, muatan nilai yang terdapat dalam agenda globalisasi nampak universal dan tidak memiliki dampak negatif. Namun jika ditelaah standard kompetensi dan keunggulan kompetitif yang seperti apa inilah yang perlu dicermati dengan seksama.

Faktanya, standard tersebut tampak di permukaan ditentukan oleh dunia internasional melalui lembaga internasional semacam UNESCO atau yang sejenis dan menjadi sebuah kesepakatan dunia, akan tetapi ada sisi gelap yang belum terkuak yaitu pihak perumus standard tersebut adalah negara Eropa dan Amerika. Bagi kalangan masyarakat awam, kedua kawasan (Eropa dan Amerika) tersebut masih relevan menjadi kiblat peradaban modern dan mapan. Dikatakan demikian karena penampakan yang ada dan diopinikan dengan sistematis bahwa Amerika dan Eropa telah berhasil menjadi negara yang unggul dibandingkan negara lainnya dan menampakkan gambaran kesejahteran dan kemakmuran yang dirasakan oleh setiap orang yang berada di kawasan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pendidikan | 5 Komentar »

Revitalisasi dan Reorientasi Penelitian Indonesia

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 8 Mei 2008

Oleh :
Aris Solikhah
Alumni Institut Pertanian Bogor

Pro dan kontra keberadaan Naval Medical Research Unit No-2 (Namru-2) di Indonesia patut menjadi cermin dunia penelitian Indonesia. Sudah seharusnya penelitian strategis dikelola peneliti dalam negeri. Penelitian memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Penelitian juga menjadi jalan keluar masalah.

Perhatian pemerintah terhadap penelitian dan pendidikan menjadi ukuran kemajuan serta daya saing suatu bangsa. Pertumbuhan ekonomi Cina yang luar biasa dalam 10 tahun terakhir ternyata buah dari reformasi pendidikan yang dilakukan pemerintah pada awal 1950-an.

Pemerintah Cina tak segan-segan mengalokasikan dana pendidikan yang cukup besar, sekitar tiga persen dari gross domestic product (GNP) atau 300 miliar rimimbi untuk pengembangan riset di tiap universitas. Di Singapura anggaran penelitian dua persen dari GDP. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »

Jilbab dan Kekerasan Terhadap Wanita

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 8 Mei 2008

Oleh : Ummu Salamah

Salah satu kebijakan Otonomi Daerah yang diberlakukan oleh kepala daerah (gubernur) dan disahkan oleh DPRD, adalah Perda Syariah. Isi Perda Syariah tersebut salah satunya adalah mewajibkan wanita muslimah untuk menutupi auratnya dengan jilbab. Berbagai kontroversi mengemuka menanggapi isi Perda ini. Termasuk pernyataan Komnas Anti Kekerasan terhadap Perempuan, bahwa selama 10 tahun reformasi terdapat 27 kebijakan daerah yang diskriminatif. Salah satunya pemaksaan penggunaan jilbab di sejumlah daerah seperti Tangerang, Padang Pariaman, Maros, dll (Koran Tempo, 10 Maret 2008).

Dapat dipahami maksudnya bahwa bukanlah masalah pada pemakaian jilbab, akan tetapi yang dikatakan kekerasan karena pemerintah daerah “memaksa” dalam bentuk pemberlakuan aturan. Benarkah ini adalah kekerasan? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Muslimah | 1 Komentar »