MT Al Asyjaar Fahutan IPB

Wahana Rimbawan Muslim Bertaqwa dan berkarya

Audiensi Guru: Tolak Segala Bentuk Pendidikan Kapitalisme

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Setiap jatuh tanggal 2 Mei biasa diperingati Hari Pendidikan Nasional. Bila tahun kemarin banyak para guru yang turun ke jalan menuntut hak mereka maka tahun ini lebih berkurang. Namun, puluhan guru di Bandung berkumpul untuk beraudiensi dengan DPRD kota Bandung mengadukan nasib mereka. Pendidikan kapitalisme masih mencengkram negeri ini. Sudah selayaknya, sistem kapitalisme ini ditolak dan diganti dengan sistem yang paripurna, yakni sistem pendidikan Islam.

Sekitar 50 guru, usai upacara peringati Hardiknas di sekolahnya, mereka berkumoul di Lapangan Gasibu pada Jumat ini (02/05). Mereka bermaksud untuk bertemu dengan para anggota DPRD Kota Bandung, adukan nasib mereka.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen (FAGI), Iwan Hermawan menyatakan audiensi ini merupakan aspirasi guru yang merasa diperlakukan kurang manusiawi.

“Seperti contohnya kasus guru di Lubuk Pakam dan Makassar yang bocorkan soal UN. Mereka ditangkap Densus 88 dan diperlakukan seperti teroris,” kata Iwan.

Menurutnya, kasus bocornya soal Ujian Nasional tersebut tidak sepenuhnya kesalahan guru. Guru melakukan hal tersebut di bawah tekanan dari banya pihak, termasuk para orang tua yang menginginkan kelulusan 100 persen.

Iwan juga menuntut sekolah gratis dan dihilangkannya kapitalisme pendidikan. Menurut iwan, konteks kapitalisme itu diantaranya banyaknya bimbingan belajar, penjualan buku-buku di luar sekolah serta sekolah-sekolah internasional.

“Itu semua bentuk-bentuk kapitalisme,” jelasnya.

Sebenarnya yang paling mendasar dari pendidikan kapitalisme di negeri ini bukanlah sekedari itu. Pendidikan yang mahal serta kurikulum yang sekular, itulah bentuk nyata kapitalisme.

Pendidikan Kita Masih Sekular

Memang persoalan pendidikan di negeri ini tidak berhenti. Kian hari, serta kian tahun persoalan pendidikan masih memburam. Mulai dari kasus ‘berbagai upaya pelulusan’ dalam Ujian Nasional, yang kadang sudah tahu sama tahu antara pihak sekolah, dan pihak terkait. Berbagai kasus pembocoran itu hanya korban yang komunikasi tidak baik antar berbagai pihak. Bila diungkap lebih jujur, maka berbagai penyimpangan itu akan nampak di depan mata kita. Hanya, semua seolah sudah tahu sama tahu.

Belum lagi, mahalnya pendidikan masih menjadi persoalan. Pendidikan di negeri ini sudah bukan milik semua warga. Namun pendidikan kini hanyalah milik mereka yang memiliki uang. Orang miskin dilang sekolah, begitulah kira-kiranya.

Kurikulum yang sekular pun merupakan persoalan yang paling utama. Karena dengan kurikulum yang sekular ini hanya akan dihasilkan para anak didik yang tidak mengenali agamanya, kecuali hanya ibadah ritual. Ini merupakan kenyataan pendidikan di negeri yang mayoritas Muslim. Mata pelajaran yang diajarkan masih berkiblat kepada para pemikir Barat. Hal ini diakui oleh sebagian para pelajar kita.

“Saya boro-boro tahu, sistem ekonomi dalam Islam di sekolahan. Nggak ada, yang ada cuma dari Barat semua,” kata Fatwa, seorang siswa SMK.

“Sistem pemerintahan dalam Islam juga tidak ada, tidak diajarin. Memang nggak ada sih di sekolahan materi seperti ini mah.” katanya lagi.

Walhasil, para anak didik di negeri ini dijejali dengan sistem-sistem yang berbau barat. Akhirnya, sejak berpuluh-puluh tahun pendidikan mereka tempah, tidak menghasilkan manusia yang benar-benar bertakwa. Wajar bila diantara sebagian kaum Muslim lebih membela hak asasi manusia walaupun akidah agamanya dinodai. Seperti kasus pembelaan terhadap Ahmadiyah yang sudah nyata menodai akidah Islam, malah dibela oleh mereka yang nota bene beragama Muslim dengan mengatasnamakan HAM dan demokrasi. Apakah ini yang diharapkan dari hasil pendidikan kita?

Itulah pendidikan kapitalisme yang hanya membuahkan manusia sekular. Sudah selaknya, kaum Muslim membuang sistem kapitalisme ini dan selamatkan pendidikan di negeri ini dari Kapitalisme. Sistem pendidikan Islam, itulah satu-satunya solusi yang akan menghasilkan manusia berkepribadian Islam. Pasti! [z/f/dtkbdg/syabab.com]

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>