MT Al Asyjaar Fahutan IPB

Wahana Rimbawan Muslim Bertaqwa dan berkarya

Arsip untuk Mei 3rd, 2008

Dinamika Akidah Islam

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Islam adalah jalan hidup yang sempurna. Islam merupakan pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari. Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara’, cenderung hidup hanya untuk Islam, dan berjuang demi menyebarluaskan Islam — sebagai satu risalah yang universal — ke seluruh penjuru dunia; maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara’.
Rasa rindu untuk hidup di bawah naungan Islam sangat diperlukan. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya.

Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka, dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara’.

Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga, berikut keni’matan akhirat yang hakiki. Bagi mereka, keni’matan-keni’-matan surga yang abadi itu — yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga — sudah tidak lagi menarik. Akibatnya, kaum muslimin tidak lagi mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya, terutama harta, kedudukan, kekuasaan, rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak.Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejar-kejar. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akidah | Leave a Comment »

Remaja Muslim di Gerbang Kehancuran

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Remaja muslim saat ini memiliki peran yangs sangat penting. Terutama untuk mewujudkan generasi masa depan yang mampu meninggikan Islam. Namun masihkan ada harapan, sedangkan realitas sebagian generasi muda kita saat ini diserang dengan perilaku yang rusak dan menyimpang.

Yup, Di tengah-tengah desingan mesiu serangan budaya barat yang rusak, sedikit banyaknya kehidupan sekularisme saat ini telah menciptakan generasi muda yang menyedihkan. Kerusakan moral, pergaulan bebas, narkoba, tawuran, hingga lupa ajaran Islam dan merasa asing dengan agamanya sendiri. Sungguh-sungguh sangat menyedihkan dan pilu melihatnya.

Ini tak terlepas dari pendidikan yang memandang sebelah mata kepada proses pribadi para pelajar. Pendidikan sekularisme telah menjadikan anak-anak muslim sebatas manusia yang kenal materi dan haus kepada kepribadian yang sesungguhnya. Bagaimana hal tersebut tidak terjadi, ketika porsi pelajaran agama di sekolah hanya 2 jam per minggu. Ini tentu sangat tidak cukup sekali. Padahal setiap hari mereka didik oleh budaya barat yang rusak melalui media televisi atau media sosial yang rusak.

Keluarga muslim, benar-benar telah dihancurkan. Taroh saja, acara televisi semacam MamaMia, sang ibu berkerudung, tapi sang anak dengan lenggak lenggok mengumbar aurat. Sang Ibu merasa bangga saat anaknya manggung, tak merasa sedikitpun rasa dosa membiarkan anaknya dalam jurang kemungkaran. Begitu juga, acara acara idola-idola cilik, sejak dini si anak sudah diarahkan untuk menjadi idola semu yang jauh dari nilai-nilai ruhiyyah. Alih-alih mereka bangga karena sudah dapat membaca al-Quran, melainkan yang mereka banggakan punya anak pintar nyanyi dan berjoget. Miris, kan?

Apa itu semua kita biarkan begitu saja? Tentu tidak! Di tengah-tengah generasi kelabu tersebut, haruslah ada mutiara-mutiara yang akan menyelamatkan mereka. Akan menjadi cahaya bagi mereka. Siapakah mereka???

Lalu, kepada siapa kita berharap? Masihkah ada kepedulian dari mereka yang memiliki hati dan kerinduan pada kehidupan Islam? Apa selanjutnya? [sumber: 7cg-indonesia/syabab.com]

Ditulis dalam Remaja Islam | 1 Komentar »

Dicari Negarawan Sejati (Be a Statesman)

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Kamu yang muda, jadi negarawan, mengapa tidak. Apalagi dalam kondisi keburaman politik saat ini. Ketika demokrasi dipaksakan kepada umat Islam, yang muncul hanya negarawan-negerawan palsu. Negarawan yang ada hanya bertindak sebagai penjual kekayaan rakyat. Pengurusan rakyat ditempatkan entah di mana, yang diutamakan oleh mereka adalah kepentingan individu dan kepentingan kelompoknya.

Kini, sosok negarawan telah hilang dan dihilangkan pada generasi ummat. Alih-alih menjadi negerawan yang sejati, yang hanya mengabdi kepada Allah, melalui kurikulum pendidikan yang sekular di sekolah, para generasi muda muslim dijejali dengan ide-ide dan hukum buatan manusia yang menyesatkan itu. Demokrasi diajarkan tanpa ada realitas. Nasionalisme dipaksakan menjadi identitas yang sebenarnya malah memecah belah umat manusia berkeping-keping. Kebebasan berfikir, kebebasan bertindak, kebebasan beragama, dan kebebasan kepemilikan diajarkan tanpa ada sedikit pun kritik atas ide-ide rusak tersebut.

Walhasil, ketika anak-anak muda itu tampil dewasa, kemudian dituntut untuk menjadi pemimpin malah yang ada menjadi pembebek. Anak muda saat ini di depan bahaya, membebek kepada budaya, ide dan hukum peninggalan kaum penjajah. Lebih parah lagi, tidak sedikit yang malah cuek bebek, tak peduli terhadap persoalan yang menimpa mereka.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Politik | Leave a Comment »

Audiensi Guru: Tolak Segala Bentuk Pendidikan Kapitalisme

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Setiap jatuh tanggal 2 Mei biasa diperingati Hari Pendidikan Nasional. Bila tahun kemarin banyak para guru yang turun ke jalan menuntut hak mereka maka tahun ini lebih berkurang. Namun, puluhan guru di Bandung berkumpul untuk beraudiensi dengan DPRD kota Bandung mengadukan nasib mereka. Pendidikan kapitalisme masih mencengkram negeri ini. Sudah selayaknya, sistem kapitalisme ini ditolak dan diganti dengan sistem yang paripurna, yakni sistem pendidikan Islam.

Sekitar 50 guru, usai upacara peringati Hardiknas di sekolahnya, mereka berkumoul di Lapangan Gasibu pada Jumat ini (02/05). Mereka bermaksud untuk bertemu dengan para anggota DPRD Kota Bandung, adukan nasib mereka.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen (FAGI), Iwan Hermawan menyatakan audiensi ini merupakan aspirasi guru yang merasa diperlakukan kurang manusiawi.

“Seperti contohnya kasus guru di Lubuk Pakam dan Makassar yang bocorkan soal UN. Mereka ditangkap Densus 88 dan diperlakukan seperti teroris,” kata Iwan.

Menurutnya, kasus bocornya soal Ujian Nasional tersebut tidak sepenuhnya kesalahan guru. Guru melakukan hal tersebut di bawah tekanan dari banya pihak, termasuk para orang tua yang menginginkan kelulusan 100 persen.

Iwan juga menuntut sekolah gratis dan dihilangkannya kapitalisme pendidikan. Menurut iwan, konteks kapitalisme itu diantaranya banyaknya bimbingan belajar, penjualan buku-buku di luar sekolah serta sekolah-sekolah internasional.

“Itu semua bentuk-bentuk kapitalisme,” jelasnya.

Sebenarnya yang paling mendasar dari pendidikan kapitalisme di negeri ini bukanlah sekedari itu. Pendidikan yang mahal serta kurikulum yang sekular, itulah bentuk nyata kapitalisme. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Munarman Debat Buyung Nasution Soal Ahmadiyah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Baru-baru ini anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution yang mengepalai pertimbangan Presiden untuk masalah hukum mendesak pembatalan pengeluaran Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penghentian kegiatan Ahmadiyah. Bahkan ia mengatakan hal tersebut merupakan masalah fundamental, padahal perusakan akidah oleh Ahmadiyah terhadap akidah Islam lebih fundamental lagi. Usulan dari Adnan Buyung ini ditentang keras oleh MUI, FUI termasuk FPI.

Munarman dari Tim Advokasi Forum Umat Islam menyebutkan apa yang dikemukakan Buyung Nasution ini bertentangan dengan apa yang dia jadikan argumen. Hal ini seperti dikemukakan Munarman dalam wawancara di sebuah stasiun televisi Nasional.

“Secara konstitusional, di pasal 28 maupun pasal 29 pengertian kebebasan beragama dan berkeyakinan itu bukanlah sebagaimana yang dimaksud Bang Buyung. Kedua, konstitusi kita maupun hukum internasional tentang hak asasi manusia itu mengenal pembatasan. Pembatasan itu untuk protection, restriction for protection, pembatasan untuk melindungi”, tegas Munarman.

Menurut Munarman yang kini aktif pada Lembaga Bantuan Hukum An-Nasr Institute ini menyatakan bahwa perlu dikeluarkannya SKB ini untuk mencegah situasi supaya tidak semakin resah. Adapun secara hukum memberikan kepastian karena dengan SKB ini untuk menghentikan aktivitas secara organisasi, menyebarluaskan dan membekukan, memberikan peringatan keras. Pembatasan ini demi untuk melindungi pihak lain yakni Umat Islam yang telah dinodai akidahnya oleh umat Islam.

“Ahmadiyah ini kan menggunakan baju Islam, jaket Islam, tetapi pokok-pokok ajarannya tidak lagi pokok-pokok ajaran Islam, karena dia mengakui adanya Nabi dan bahkan dia mempercai wahyu tersu turun sampai sekarang. Kitabnya juga lebih banyak kitab tadzkirah dibanding al-Quran.” tegas Munarman. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam FUI | Leave a Comment »

Problematika Sistem Pendidikan Indonesia & Gagasan Pendidikan Berbasis Syari’ah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Oleh: Handayani, S.Pd

Pendidikan merupakan perkara penting dalam membangun sebuah negeri. Rusaknya pendidikan hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula. Pada hari pendidikan nasional ini, kami ingin menyajikan sebuah tulisan yang mengungkap problematika sistem pendidikan di negeri ini yang berbasis sekularisme dan juga solusi untuk menuntaskan persoalan tersebut. Solusi yang ditawarkan tiada lain adalah dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis syariah yang ditegakkan oleh Daulah Khilafah Rasyidah. Pastikan anda membaca gagasan cerdas yang tidak akan ditemukan di Perguruan Tinggi yang ada saat ini. Selamat Mambaca! [Pengantar Redaksi]

I. Latar Belakang

Dalam upaya merekonstruksi kebangkitan suatu masyarakat, negara, bahkan peradaban umat manusia, keberadaan mabda (ideologi) merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kebangkitan dan pembentukan peradaban tersebut. Mabda merupakan aqidah aqliyah (difahami melalui proses berfikir) yang melahirkan segenap peraturan untuk memecahkan berbagai problematika kehidupan manusia . Dengan memahami bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki pemikiran dan perasaan yang sama serta diikat oleh peraturan kehidupan yang sama maka rekonstruksi suatu masyarakat dapat dilakukan dengan perubahan terhadap unsur 2MQ yaitu mengubah Mafahim (pemahaman, cara berfikir), Maqayis (perasaan-perasaan) serta Qanaat (ketaatan, keterikatan terhadap nilai-nilai). Masyarakat yang memiliki maqayis, mafahim, dan qanaat yang bersumber dari mabda kapitalisme maka kehidupannya senantiasa berjalan di atas rel ‘Sekulerisme’ begitu pula dengan peradaban yang terbentuknya. Demikian halnya dengan mabda sosialisme-komunisme yang mengarahkan unsur 2MQ dalam masyarakat berjalan di atas rel ‘Dialektika Materialisme dan Atheisme’. Adapun dengan mabda islam, masyarakat hendak diarahkan agar memiliki landasan (qaidah) dan arahan/kepemimpinan (qiyadah) dalam berfikir, berperasaan serta mengikatkan diri pada peraturan yang bersumber dari aqidah dan syariah islam dalam menjalani kehidupannya. Bahkan dengan mabda islam tersebut umat manusia diarahkan untuk membangun sebuah peradaban yang mulia melalui tegaknya institusi negara yang menjamin terpeliharanya aqidah dan syariah tersebut dalam kehidupan.

Saat ini kehidupan kaum muslimin di berbagai negeri tengah didera oleh ideologi kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang merupakan salah satu negeri muslim terbesar di dunia kini tengah mengalami berbagai macam keterpurukan akibat mengemban ideologi tersebut. Secara praktis, mafahim, maqayis, dan qanaah yang dimiliki oleh masyarakatpun tidak sepenuhnya diberikan kepada Islam, melainkan kepada kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban pula bagi kaum muslimin untuk mengembalikan unsur 2MQ tersebut kepada mabda Islam melalui aktifitas dakwah yang dilakukan secara berjamaah dalam berinteraksi dengan masyarakat hingga dapat menanamkan nilai-nilai baru ditengah-tengah masyarakat secara berkesinambungan.

Dalam pendekatan sistemik, diantara ushlub (strategi) dakwah yang dapat dilakukan adalah melalui perubahan sistem pendidikan nasional yang saat ini berkarakteristik sekuler agar menjadi sistem pendidikan yang berbasiskan syari’ah islam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Serial Syariah Islam : Politik Perburuhan dalam Islam

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Pendahuluan

Hampir di semua negara saat ini, problem ketenagakerjaan atau perburuhan selalu tumbuh dan berkembang, baik di negara maju maupun berkembang, baik yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Hal itu terlihat dari adanya departemen yang mengurusi ketenagakerjaan pada setiap kabinet yang dibentuk. Hanya saja realitas tiap negara memberikan beragam problem riil sehingga terkadang memunculkan berbagai alternatif solusi. Umumnya, negara maju berkutat pada problem ketenagakerjaan yang berkait dengan ‘mahalnya’ gaji tenaga kerja, bertambahnya pengangguran karena mekanisasi (robotisasi), tenaga kerja ilegal, serta tuntutan penyempurnaan status ekonomi, dan sosial, bahkan politis. Sementara itu, di negara berkembang umumnya problem ketenagakerjaan berkait dengan sempitnya peluang kerja, tingginya angka pengangguran, rendahnya kemampuan SDM tenaga kerja, tingkat gaji yang rendah, serta jaminan sosial nyaris tidak ada. Belum lagi perlakuan pengusaha yang merugikan pekerja, seperti perlakuan buruk, tindak asusila, penghinaan, pelecehan seksual, larangan berjilbab, beribadah, dan lain-lain.

Walhasil, berbagai problem yang menyangkut hak-hak kaum buruh tidak terselesaikan dengan baik. Lebih ironis lagi, pemerintah dengan aparat keamannya bertindak represif menekan gerakan buruh untuk meraih hak-haknya. Berikut ini adalah beberapa problem yang berhubungan dengan ketenagakerjaan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi | 2 Komentar »

Kejayaan Khilafah : Jejak Industri Kertas di Dunia Islam

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 3 Mei 2008

Lembaran kertas benar-benar telah mengubah dunia. Kertas telah membuat ilmu pengetahuan dan peradaban manusia berkembang begitu cepat, secepat kilat. Cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar, menyatakan, pembuatan kertas pada masa kejayaan kekhalifan Islam merupakan peristiwa paling revolusioner dalam sejarah manusia. ”Pembuatan kertas juga merupakan tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia,” ungkap Sardar dalam bukunya berjudul Kembali ke Masa Depan. Umat Islam berperan besar dalam proses pembuatan kertas. Bayangkan, jika kertas tak diproduksi umat Islam. Pastilah, ilmu pengetahuan dan teknologi tak berkembang pesat, seperti saat ini.

Meski penggunaan kertas mulai menyusut di era digital ini, namun kertas telah berjasa mengantarkan manusia memasuki zaman cyber. Jauh sebelum kertas ditemukan, manusia kuno mengungkapkan perasaannya di atas batu dan tulang belulang. Menulis di atas batu telah dilakukan bangsa Sumeria sejak 3.000 tahun SM. Orang-orang Chaldea dari Babylonia Kuno menulis di tanah liat.

Bangsa Romawi menggunakan perunggu untuk mencatat. Pada Abad ke-9 SM, buku-buku besar tersusun dari lembaran-lembaran kayu telah dipakai sebelum masa Homer. Masyarakat Mesir kuno, menggunakan papirus untuk menulis dan menggambar. Papyrus sudah menyerupai kertas, dari kata itu pula orang Barat mengenal paper (kertas). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Khilafah | 1 Komentar »