MT Al Asyjaar Fahutan IPB

Wahana Rimbawan Muslim Bertaqwa dan berkarya

Arsip untuk Mei 2nd, 2008

Media Antara Pembelaan Ahmadiyah dan Fenomena Orang Bodoh

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Pada bulan Rajab ini ada peristiwa penting yang takkan dilupakan oleh kaum Muslim di samping Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw. yakni dihapuskan sistem Khilafah oleh pengkhinat kaum Muslim, Mustafa Kemal. Inilah tragedi yang menjadi awal kelamnya kehidupan kaum Muslim. [Redaksi]

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924 (28th Rajab 1342AH), dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraan nya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam FUI | Leave a Comment »

Konspirasi Kolonialis Eropa Menghancurkan Khilafah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Pada bulan Rajab ini ada peristiwa penting yang takkan dilupakan oleh kaum Muslim di samping Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw. yakni dihapuskan sistem Khilafah oleh pengkhinat kaum Muslim, Mustafa Kemal. Inilah tragedi yang menjadi awal kelamnya kehidupan kaum Muslim. [Redaksi]

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924 (28th Rajab 1342AH), dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraan nya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya.

Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,
Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan Islam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Khilafah | Leave a Comment »

Khilafah akan Kembali!

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.“ ( Goerge W. Bush)

Syabab.Com – Keruntuhan Uni Sovyet yang dikenal sebagai peristiwa bersejarah dan menunjukkan superioritas Kapitalisme terhadap Komunisme, adalah titik lahirnya babak baru dunia. Meskipun Komunisme sempat menarik simpati selama 70 tahun, ia runtuh dan kehilangan kepercayaan dari pengikutnya ketika kalah berlomba dalam persenjataan melawan Amerika Serikat (AS). Pemikir Barat seperti Francis Fukuyama menyatakan bahwa runtuhnya komunisme adalah akhir dan puncak dari perjalanan pemikiran manusia, yaitu Kapitalisme, yang terbukti mampu mengalahkan Komunisme sebagai satu-satunya penantang.

Tidak lama setelah peristiwa 911, Amerika Serikat memicu perang global terhadap terror. Ia pun segera menginvasi Afganistan dan Iraq. Namun dalam kurun waktu 5 tahun pendudukan AS terhadap dua negara tersebut, AS ternyata tidak mampu mengontrol stabilitas keamanan di sana. Padahal, sebelum jatuhnya komunisme, dunia Islam tidak dianggap sebagai tantangan yang berarti terhadap Kapitalisme. Akan tetapi, serangan terhadap Islam secara fisik maupun ideologis mulai meningkat tajam. Ironisnya, serangan dunia kapitalis (dimana rakyatnya sendiri sebetulnya juga mulai meragukan ideologi ini) justru mempercepat suatu proses perubahan yang akan mencapai titik puncak. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Khilafah | Leave a Comment »

Ketakutan Penguasa Arab Saudi Pada Setiap Musim Haji

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Setiap kali musim haji, kita dapat menyaksikan bagaimana kekhusyu’an para jamaah melakukan setiap rukun ibadah haji mereka. Para jamaah diingatkan agar senantiasa menjaga kesucian Ka\’bah. Mereka akan merasa takjub setiap kali berhadapan dengan Ka\’bah karena di situlah Islam diturunkan. Namun, Islam yang diamalkan saat berhadapan dengan Ka\’bah hanya dalam aspek ritual belaka. Padahal, Islam yang diturunkan oleh Allah Swt. bukan hanya sekedar ritual belaka melainkan juga aspek politik.

Di rumah Allah inilah tempat di mana Rasulullah Saw. dan para sahabat berjuang dan mempertahankan keimanan mereka. Banyak sekali tempat-tempat di sekitar Makkah yang menjadi bukti dan saksi perjuangan mereka. Jadi, tidak keterlalhuan bila tempat-tempat ini dikatakan mampu membangkitkan perasaan masa lalu, generasi awal kaum Muslimin yang menghadapi pertentangan yang hebat dari seluruh masyarakat jahiliyyah Makkah pada saat itu. Tidak ada sedikitpun di setiap sudut kota Makkah yang sunyi daripada penindasan dan penyiksaan kaum kafir Quraisy atas kaum Muslimin.

Di sana terdapat suatu tempat di mana sahabat Rasulullah saw, Bilal bin Rabbah, seorang keturunan Habsyah yang saat ini dikenal dengan Ethiopia, pernah disiksa oleh seorang pemuka Quraisy yang bernama Umayyah bin Khalaf. Tempat tersebut telah dilupakan sama sekali karena tidak dipelihara atau ditandai oleh penguasa Makkah. Diriwayatkan kawasan tersebut merupakan tempat diantaranya yang paling panas di kawasan Makkah. Sekiranya sekerat daging diletakkan di situ, niscaya ia akan matang. Apabila ada seseorang yang lewat di sekitar tempat tersebut, ia tidak dapat menyangkal akan merasakan bahangnya yang sangat panas sehingga ia meyadari bahwa itulah tempatnya, yaitu tempat di kala Bilal bin Rabba ra. masih tegar dengan keimanannya. Tetapi sangat disayangkan pada hari ini, kebanyakan orang yang lalu lalang tidak menyadari tentang sejarah lokasi tersebut. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Politik | 1 Komentar »

Mereka Berkata Tentang Khilafah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

1. pengakuan mereka tentangnya

Carleton s, dalam ceramahnya tanggal 26 September 2001, dengan judul Technology, Business, and Our way of Life: What Next”

“Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinental (continental super state) yang terbentang dari satu samudra ke samudra lain; dari iklim utara hingga tropik dan gurun, dengan ratusan juta orang tinggal di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan asal suku….Tenteranya merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya.

Will Durant – The Story of Civilization

Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa bagi kehidupan dan usaha mereka… Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari Cina, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol… Islam telah menjamin seluruh dunia dengan rumah sakit yang layak dan memenuhi kebutuhan mereka.. merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.

2. senangnya mereka atas runtuhnya

Lord Curzon, British Foreign Secretary, after the abolishment of the Khilafah by Mustafa Kemal

“The point at issue is that Turkey has been destroyed and shall never rise again, because we have destroyed her spiritual power: the Khilafah and Islam.”

TIME February 15, 1926, pp. 15-16

“Turkey presents today the most promising and challenging field on the face of the earth for missionary service.” Thus wrote James L. Barton, missionary executive, in last week’s issue of ‘Christian Work.’ But first he summarized the revolutionary changes in Turkey since 1923. The changes: For a hundred years Christian missionaries have struggled hopelessly to capture the hearts of the Calif-awed Turks. They had come, said Mr. Barton, to suspect that “the Moslem was outside the sphere of the operation of divine grace.”

3. takutnya mereka akan kembalinya

Donald Rumsfheld, Washingtonpost.com, 5/12/2005.

“Jika tentara AS keluar dari Irak segera, Irak akan menjadi surga bagi teroris dan menjadi basis penyebaran Negara Adidaya Islam yang akan mengancam dunia….Irak akan menjadi basis negara Khilafah yang baru, yang akan meluas ke Timur Tengah.”

G. Walker Bush, dalam ceramahnya tgl 6 oktober 2005

Kaum militan percaya bahwa dengan menguasai satu negara akan menggerakan umat Islam dan sanggup menggulingkan pemerintahan moderat di Timur Tengah dan menegakkan kembali imperium Islam radikal yang akan menyebar dari Spanyol hingga Indonesia.

Hindustan Times Interview with Henry Kissinger, Nov 2004

Menurut anda, ancaman apa di abad yang paling utama?

He answered – “First, (it) is what we call terrorism in the United States, but which is really the uprising of radical Islam against the secular world, and against the democratic world, on behalf of re-establishing a sort of Caliphate. That is directed as much against moderate Islam, than it is against non-Islamic societies.”

Ditulis dalam Khilafah | Leave a Comment »

M. Al-Khaththath: Ahmadiyah Itu Bagian dari Kolonialis Inggris

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Jemaat Ahmadiyah jelas bukan bagian dari umat Islam Indonesia alias non-Muslim. Jika mereka tetap ngotot minta dianggap Muslim, maka mereka harus membuang Mirza Ghulam Ahmad dan Kitab Tadzkirahnya. Ini harga mati.

Forum Umat Islam (FUI) merupakan salah satu ormas garda depan yang berupaya memberi pencerahan pada umat Islam Indonesia dalam hal ini. Sebab itu, guna mengelaborasi masalah Ahmadiyah ini maka eramuslim mewawancarai Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath. Berikut petikannya:

Bisa ustadz jelaskan di mana letak kesesatan Ahmadiyah?

Orang yang pertama membuat pengakuan adalah Mirza Ghulam Ahmad, ia membuat pengakuan bahwa dirinya adalah seorang nabi. Dalam pandangan Islam jelas bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, nah itu yang menimbulkan kekesalan di India, daerah asal Mirza Ghulam Ahmad. Pada waktu dalam penjajahan Inggris, Pakistan berusaha untuk memerdekakan negeri Islam di India. Sebenarnya di India itu negara Islam karena yang berkuasa kaum muslimin, meskipun penduduk aslinya beragama Hindu.

Inggris masuk ke India, kekuasaan diambil-alih Inggris. Kemudian dari ajaran Mirza, yang membuat kita menduga kuat bahwa ajaran Ahmadiyah itu buatan Inggris, karena para pengikutnya dilarang untuk berjihad melawan pemerintahan Inggris. Dari sini kita bisa melihat, bahwa mereka adalah bagian dari kolonialis.

Keberadaan Ahmadiyah di Pakistan ditentang rakyatnya sendiri sehingga mereka memindahkan markas besarnya ke London. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam FUI | Leave a Comment »

Non Muslim dan Syariah Islam

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Oleh : Farid Wajdi

Syariah Publications. T.W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam menulis : “ Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”.

Demikianlah pengakuan jujur seorang sejarawan Barat terhadap perlakuan Khilafah Islam terhadap non muslim. Tulisan Arnold tersebut sekaligus membantah propaganda busuk yang selama ini dilontarkan terhadap syariah Islam tentang perlakuan terhadap non muslim di Negara Khilafah. Dikesankan selama ini bahwa penerapan syariah Islam berarti pembantaian besar-besaran terhadap orang kafir. Syariah Islam diskriminatif karena akan menjadikan kelompok non muslim menjadi kelompok minoritas yang terpinggirkan. Non Muslim juga akan dipaksa untuk masuk Islam dan mereka tidak dibolehkan untuk beribadah. Gereja, biara, akan dibakar oleh Negara. Banyak lagi tuduhan keji yang intinya menyerang syariah Islam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Khilafah | 1 Komentar »

Menyoal Logika HAM Pembela Ahmadiyah

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Oleh Munarwan
An Nashr Institute , mantan Ketua YLBHI

Pro kontra pelarangan Ahmadiyah terus bergulir. Setelah diberi kesempatan selam 3 bulan, ternyata tidak ada yang berubah dari Ahmadiyah. Ahmadiyah dinilai tidak konsisten dengan 12 butir pernyataan yang sebelumnya disepakati Ahmadiyah. Akhirnya Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kejaksaan Agung merekomendasikan Ahmadiyah untuk menghentikan aktivitas.

Pihak yang kontra terhadap pelarangan Ahmadiyah sebagian besar berpijak pada HAM. , terutama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Beberapa argumentasi pembela Ahmadiyah tentu saja perlu dikritisi.

Pertama, melarang Ahmadiyah dianggap telah melanggar HAM dan UUD 1945. Dalam UUD 1945 kebebasan berkeyakinan ini dijamin konstitusi. Dalam Editorial Media Indonesia ditulis : Begitulah, sangat jelas bahwa menurut konstitusi, kebebasan meyakini kepercayaan sesuai hati nurani adalah merupakan hak asasi manusia. Ia juga merupakan hak konstitusional warga, yang harus dilindungi dan dibela negara. Namun, hak itulah yang sekarang dicopot negara dari warga Ahmadiyah dengan cara menghentikan aktivitas Ahmadiyah. Sebuah perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai melanggar HAM dan juga konstitusi.

Argumentasi diatas seakan-akan benar. Namun yang terkesan dilupakan editorial Media Indonesia, dalam Bab XA tentang HAK ASASI MANUSIA pasal 28 J point 2 tertulis : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan utnuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Hal yang sama dijelaskan dalam pasal 29 Duham, pasal 18 ICCPR.

Artinya, pelaksanaan HAM bukanlah tanpa batas. Negara bisa melakukan intervensi atau melarang dengan pertimbangan nilai-nilai agama. Karena masalah Ahmadiyah adalah persoalan agama Islam, maka pertimbangan nilai-nilai agama Islam-lah yang patut diperhatikan dan dijadikan rujukan oleh negara. Dalam pertimbangan Islam , perkara Ahmadiyah ini sudah sangat jelas, merupakan paham kufur yang menyimpang dari Islam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Politik | Leave a Comment »

Fenomena Golput dalam Pilkada

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

Pilkada yang saat ini marak di berbagai tempat menyimpan banyak problem. Disamping makin tajamnya konflik horisontal antar pendukung calon, juga makin rendahnya partisipasi masyarakat yang diindikasikan oleh tingginya angka golput. Sebagai contoh pada Pilkada Jawa Barat baru-baru ini. Sebagaimana yang dilaporkan oleh KPUD Jabar bahwa total pemilih berjumlah 28 juta orang. Hade memperoleh 7.3 suara (40.5%), Aman sebanyak 6.2 juta suara (34.5%), dan Da’i meraup 4.5 juta suara (25.0%). Berarti ada sekitar 10 juta orang tidak mengunakan hak pilihnya atau golput. Apabila persentase tersebut dihitung berdasarkan total pemilih (28 juta), maka golput 35.7 persen, Hade 26.0 persen, Aman 22.2 persen, dan Da’i 16.0 persen.

Tentu ada sejumlah hal yang dapat dicermati dari kondisi hasil pilkada yang demikian:

Pertama, tingginya angka golput tersebut menunjukkan bahwa masyarakat saat ini mulai apatis terhadap ‘pesta demokrasi’ untuk memilih pemimpin daerah. Faktanya, trilyunan rupiah telah dikucurkan untuk beberapa acara pilkada, namun pemimpin yang terpilih tidak mampu mewujudkan perbaikan tingkat kehidupan masyarakat. Justru yang mendapat perbaikan hanya terbatas pada pemimpin dan keluarganya serta partai-partai yang menjadi pendukungnya saat pilkada.

Kedua, fenomena golput juga dapat menjadi simbol ‘warning’ bagi setiap parpol, karena dari beberapa survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei nasional menunjukkan bahwa kondisi parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih identik dengan kuda tunggangan yang super komersial, siap direntalkan kepada siapa saja yang ingin berkuasa. Bukan rahasia umum lagi, setiap orang yang berhasrat berkuasa lewat jalur pilkada, mereka harus mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk menyewa parpol. Kalau bukan dalam bentuk tunai bisa juga berupa komitmen pemberian sesuatu yang lain yang tidak kalah tinggi nilai ekonomisnya apabila mereka berhasil merebut tampuk kekuasaan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Politik | 4 Komentar »

Krisis Pangan, Mengapa Terjadi?

Ditulis oleh alasyjaaripb di/pada 2 Mei 2008

(S Anwar Iman, Direktur Agriculture Policy Watch – Ketua DPP HTI)

Isu tentang krisis pangan dunia akhir-akhir ini telah mencemaskan banyak pihak, termasuk lembaga-lembaga dunia seperti FAO, IMF, dan Bank Dunia. Di beberapa negara, kondisi ini bahkan telah munculkan krisis sosial. Di Haiti, misalnya, diberitakan lima orang setidaknya telah tewas dalam aksi unjuk rasa memprotes kenaikan harga makanan dan bahan bakar yang berujung dengan bentrokan. Fenomena ini, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pula di negara-negara lain, khususnya negara berkembang, seperti Ethiopia, Mesir, Kamerun, Pantai Gading, Mauritania, Madagaskar, Filipinan, dan Indonesia.

Kenaikan harga pangan memang terjadi sangat mencolok. Menurut sebuah sumber, Bloomberg Markets Magazine, harga Gandum naik sebesar 130%, Kedelai 87%, Beras 74%, dan Jagung 31%. Sementara itu menurut kepala Bank Dunia, Robert Zoellick, kenaikan pangan secara keseluruhan mencapai 83 persen dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan sebesar itu jelas tidak terjangkau oleh mayoritas masyarakat di negara berkembang, di mana 60% lebih pendapatan mereka habis untuk membeli kebutuhan makanan. Memang, bagi masyarakat di negara maju, kenaikan tersebut mungkin masih bisa dijangkau. Sebab, pada umumnya alokasi pendapatan mereka untuk kebutuhan makanan hanya sekitar 10-20% saja. Dengan kata lain, ada pilihan bagi mereka untuk mengurangi konsumsi non-makanan kemudian dialihkan untuk konsumsi makanan.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi | 2 Komentar »