
Memasuki Februari, nuansa cinta mulai bertebaran di mana-mana seperti di mall, supermarket, juga media massa, baik media cetak maupun elektronik turut menebarkan kemeriahan menyambut hari yang diperingati tanggal 14 Februari ini. Ya, Valentine’s Day atau disingkat V-Day yang telah menjadi trend terutama bagi kaum muda, bulan ini merupakan bulan untuk mencurahkan kasih sayang dan cinta kepada seseorang yang memang dianggap istimewa. Tak bisa dipungkiri, bahwa cinta saat ini hanya diwujudkan kepada seseorang saja dengan cara yang salah. Bahkan, cinta saat ini mulai disalah artikan, cinta dimaknai sebatas pemenuhan rasa terhadap seseorang. Tentu pandangan ini sangat berbeda dengan pandangan Islam. Dalam Islam, Jelas bahwa perayaan hari valentine tidak ada dasarnya.Berdasarkan fakta sejarah Valentine’s Day adalah budaya kafir barat, yang justru menjadikan pergaulan pria dan wanita semakin buruk. Bagaimana tidak, bila di hari itu kemaksiatan seolah dilegalkan, yang katanya cinta, diidentifikasi dengan nafsu pergaulan bebas seperti pacaran. Sungguh miris, Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam mudah dicekoki oleh pemikiran-pemikiran budaya barat yang menyesatkan. Sasaran empuk dari program pembaratan melalui valentin day ini yaitu generasi muda (mahasiswa atau remaja). Mereka tidak lagi menampakkan intelegensinya sebagai generasi cerdas yang kritis, justru dengan bangga lancar menggalakkan momen ini. Mayoritas remaja/mahasiswa saat ini lepas dari pedomannya Alqur’an, justru yang ada membebek pada gaya hidup hedonis yang diajarkan barat sehingga muncullah generasi-generasi sekuler yang kurang peduli terhadap kondisi umat. Baca entri selengkapnya »